Dirjen Perikanan Budidaya KKP, Tebar Ribuan Bibit Ikan Langka

DS – Dirjen Perikanan Budidaya Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) Slamet Soebjakto, Anggota DPR RI Komisi IV Darori Ranudipuro, Sekretaris Daerah Kabupaten Banjarnegara Indarto, dan Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Totok Setya Winarna secara simbolis menebar bibit ikan Baung dan Ikan Nilem ke Sungai Serayu. Kegiatan yang diselenggarakan Minggu (07/04) siang di Pikas, desa Singamerta, Madukara tersebut merupakan bagian dari upaya KKP dan Pemda Banjarnegara dalam rangka memperkaya dua spesies ikan lokal yang ditengarai hampir punah ini ke habitatnya yang ada di wilayah Banjarnegara.

“Dua spesies ikan langka namun endemis sungai Serayu adalah ikan Baung yang dalam istilah lokal dikenal sebagai ikan Beong, dan satunya lagi ikan Nilem atau dalam istilah lokal ikan Tawes” kata pria asal Purwareja Klampok, Banjarnegara ini.

Ke depan, harapannya, ikan-ikan yang ada ini dapat menjadi sumber perekonomian masyarakat Banjarnegara, selain tentunya untuk kelestarian lingkungan.

“Sungai-sungai ini harus dijaga sebagai sumber kehidupan masyarakat Banjarnegara” katanya.

Dia mengingatkan kepunahan ikan di sungai disebabkan penangkapan ikan yang berlebihan, penangkapan ikan dengan peralatan yang tidak dianjurkan seperti potas, alat tangkap ikan yang berbahaya, termasuk sampah-sampah yang mencemari sungai. Di sisi lain, kata Slamet, Pemerintah Daerah diharapkan mengambil peran dalam pengendalian lingkungan dengan membuat regulasi yang dapat melindungi berkembangnya spesies.

“Pemda dapat membuat regulasi pelarangan menangkap ikan yang tengah bertelur, atau melarang penangkapan ikan yang ukurannya belum ukuran konsumsi, termasuk larangan pengelolaan sungai diantaranya dilarang membuang sampah di sungai, apalagi plastik” katanya.

 

Dirjen Perikanan Budidaya KKP Slamet Soebjakto, Sekda Indarto, dan Kadinas Perikanan dan Peternakan Totok Setya Winarna menebar bibit ikan dari atas perahu

 

Sekretaris Daerah Indarto mengatakan pihaknya menerima masukan dari Dirjen upaya untuk melindungi ikan dari kepunahan dimulai dari pengelolaan eksploitasi ikan terkontrol. Jangan sampai ikan dalam kondisi bertelur dan ikan belum ukuran konsumsi diambil dari sungai tanpa batasan. Karena itu Dia menyetujui bila ada regulasi yang mengatur hal semacam itu.

“Sebetulnya dulu pernah ada upaya membuat regulasi yang mengatur hal demikian, namun upaya ini belum sampai melahirkan Perda” katanya.

Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan, Totok Setya Winarna menambahkan jumlah bibit ikan yang disebar di Pikas 26.900 ekor. Jumlah ini terdiri dari 20 ribu bibit bantutan provinsi. Nantinya, kata Totok, provinsi akan menyumbang 490 ribu bibit ekor ikan. Jumlah ini masih ditambah 100 ribu ikan Baung dan 120 ribu ekor bibit ikan nilem bantuan dari KKP.

“Ikan Baung ini merupakan ikan yang bisa dikatakan hampir tidak ada di sungai-sungai Banjarnegara Dulu ada dan pernah jaya, namun sekarang susah mencarinya. Bantuan 100 rb ekor bibit ini menjadi salah satu upaya mengembalikan kejayaan ikan Baung ini di habitatnya di sungai-sungai di Banjarnegara” katanya. (**_eKo / DS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.