Durian Banjarnegara, Rajanya Durian Jawa Tengah

BANJARNEGARA – Durian Banjarnegara layak disebut rajanya durian Jawa Tengah. Sebab dalam Festival Buah lokal 4 Jateng yang diselenggarakan oleh Dinas Pertanian Provinsi di Lapangan Samudera Raksa Kawasan Wisata Candi Borobudur Magelang, 3 durian wakil Banjarnegara menyapu bersih semua gelar juara. Hal ini dibenarkan oleh Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan, Totok Setya Winarno, Minggu (10/03) melalui line saluran WA.

“Juara 1, 2, dan 3 diraih buah durian wakil dari Banjarnegara” katanya.

 

Durian juara 1, 2, dan 3 memiliki Ketebatalan Buah dan Rasa yang enak serta warna menarik

 

Lima juri dari BPTP Jateng, Yayasan Obor Tani, Praktisi Pembenihan, Universitas Tidar Magelang, dan Balai Penelitian Buah Tropika menilai varietas durian Banjarnegara lebih baik dibandingkan 54 buah durian yang ikut dilombakan pada festival tersebut.

“Juri sepakat memberi nilai tertinggi sekaligus predikat juara 1 pada buah durian yang diberi nama Si Bodong milik Rustono dari Karanganyar, Singamerta, juara 2 diraih durian Martina milik Eko Waluyo yang juga dari Dirun Singamerta, dan juara 3 diraih durian Sandi milik Sudirjo dari Gembongan. Perlu diketahui, ketiga juara berada pada satu wilayah di Kecamatan Sigaluh” katanya.

 

Kasi Perkebunan pada Dinas Pertanian dan Perikanan, Pawit menambahkan variable utama penilaian adalah ketebalan, rasa, dan warna buah. Dari penilaian juri, nampaknya, ketiga durian pemenang memiliki kualitas yang hampir sama. Ini dibuktikan selisih nilai diantara ketiganya pun sangat dekat.

“Juara 3 meraih nilai 385, juara 2 nilai 388, dan juara 1 nilai 391” katanya.

 

Durian unggul lainnya seperti Simimang dan Kambeng yang diakui sebagai varietas unggul oleh Kementerian Pertanian tidak boleh diikutsertakan karena sudah pernah dirilis. Festival ini hanya diperuntukan bagi buah durian yang belum rilis.

Dinas pada festival ini mengirimkan 12 jenis durian yang sama sekali belum rilis. Di sisi lain, Banjarnegara memiliki jenis durian lokal yang sangat banyak, baik introduksi maupun asli lokal. Namun belum didaftarkan sebagai varietas unggul lokal.

“Secara bertahap akan dilakukan penilaian, termasuk penilaian melalui berbagai event, baik lokal maupun regional sebagai ajang seleksi buah unggul lokal. Pemenangnya akan didaftarkan sebagai varietas unggulan” katanya. (**_eKo/ed DS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.